by

Hillary “Soal Retrofit KRI Nanggala-402”

Tanggpan Hillary Brigitta Lasut, SH, LLM Anggota Komisi l DPR-RI :

Retrofit, adalah penambahan teknologi atau fitur baru ke sistem lama, seperti diketahui KRI Nanggala-402 pernah diretrofit di Korea Selatan dan selesai pada 2012. Sebagai informasi, retrofit merupakan kegiatan
penguatan struktur, penambahan komponen, hingga peningkatan
kemampuan.

Dengan anggaran sekitar USD 75 juta atau sekitar Rp 1,05 triliun dihabiskan untuk melakukan perbaikan penuh dan pemutakhiran teknologi pada KRI Nanggala-402. Retrofit itu bukan sekadar mengganti suku cadang, tapi diperkirakan juga ada perubahan konstruksi dari kapal selam tersebut terutama pada sistem senjata torpedonya.

Sehingga jika dilihat dari jenjang waktu di lakukan nya proses retrofit pada tahun 2012 lalu itu artinya pada 2021 ini baru 9 tahun berjalan dengan nilai anggaran yang cukup besar saya melihat bahwa hal tersebut tidak sebanding dengan umur kapal buatan jerman tahun 1977 itu yg tentu sudah sangat tua selain perawatan dan pemeliharaan yang berkala secara rutin untuk setiap jenis alat pertahanan alangkah baiknya di lakukan peremajaan untuk alulsista sejenis kapal selam dll yang sudah mencapai puluhan tahun lamanya agar ada penyegaran dan juga untuk peningkatan produktifitas dan kwalitas dari alulsista yang di miliki oleh indonesia sebab semakin maju perkembangan zaman setiap negara-negara mulai berlomba-lomba untuk memperbarui alat pertahanan yang di miliki dan juga yang terpenting agar kita dapat mengantisipasi sejak dini terjadinya kesalahan pada sistem alat yang di sebabkan oleh umur alat yang sudah usang/tua.

Tambahan informasi :

Menurut informasi jumlah kru maksimal kapal selam semestinya hanya 38 orang Pada saat hilang kontak KRI Nanggala-402 itu membawa 53 awak, artinya kelebihan beban 15 orang kenapa bisa demikian ? Hal ini pun yang perlu di tanggapi dan di jelaskan oleh pihak TNI angkatan laut.

Comment

Leave a Reply

News Feed