Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah

Kabar Bintang +1409 Views
LINGKUNGAN HIDUP

Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah

Memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat DKI Jakarta dengan pengelolaan limbah dan arus air yang efisien.

“Jika semua air limbah kita olah, ditambah lagi dengan Ciliwung, Citarum, Cisadane KBT, KBB, semua air bisa kita olah, bisa menjadi solusi sumber air di Jakarta.”

Basuki Tjahaja Purnama, 6 Oktober 2015.

Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dan salah satu elemen terpenting kebutuhan. Dalam masa kepemimpinannya, Ahok-Djarot telah mengusahakan sistem manajemen air terintegrasi dengan menggabungkan dua BUMD yaitu PAM Jaya selaku pengelola air minum dan PAL Jaya selaku pengelola air limbah domestik DKI Jakarta. Ke depannya, air limbah akan diolah dengan sistem perpipaan dan instalasi pengelolaan air limbah sebelum memasuki sungai. Air sungai yang sudah bersih dari limbah pun dapat diolah kembali menjadi air bersih yang dapat digunakan oleh seluruh penduduk DKI Jakarta.

AHOK-DJAROT TELAH:

  • Membersihkan sungai dan kali di Jakarta sehingga bebas dari sampah. Sebelumnya, sungai dan kali di Jakarta selalu dipenuhi limbah dan kotoran. Di bawah kepemimpinan Ahok-Djarot, saluran ini bersih dan air pun dapat mengalir dengan lancar. Kesuksesan ini diakui oleh media maupun berbagai pihak dari Indonesia maupun mancanegara. Apapun, sungai dan kali yang bersih merupakan langkah awal dalam pengelolaan dan pemanfaatan air sungai sebagai sumber air di DKI Jakarta.

  • Mendorong integrasi PAM dan PAL untuk memberikan layanan satu pintu. Melihat adanya kesamaan isu antara PAM dan PAL, Ahok-Djarot mengusulkan agar kedua instansi tersebut bekerjasama. Pengolahan limbah dan kebutuhan air pun dikelola dari satu pintu, sehingga pelayanan air bersih bagi warga dapat dijalakan secara lebih profesional dan efektif. Selain itu, gabungan kedua badan ini juga akan mengawasi penggunaan air tanah.

AHOK-DJAROT AKAN:

  • Membangun sistem perpipaan air limbah skala perkotaan. Limbah merupakan sampah yang dapat berdampak negatif pada kesehatan masyarakat. Namun, jika dikelola dengan baik, limbah tidak akan menggangu kehidupan sehari-hari warga. Ahok-Djarot melihat bahwa sistem perpipaan limbah, yang dapat memilah-milah limbah menjadi awal pengelolaan limbah yang efisien. Pipa ini akan berdampak pada sungai yang bebas limbah, sehingga dapat mengalir dengan lancar.

  • Mendorong pengelolaan izin pembuangan air limbah di bangunan pemerintah, swasta, dan rumah tangga berbasis komunal. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, oleh karenanya ia selalu melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dari masyarakat. Ahok-Djarot, bersama dengan Kementerian PU, akan mendukung pembangunan 44 izin pembuangan air limbah (ipal) di berbagai titik di wilayah Jakarta, terutama di area yang padat penduduk. Dengan begitu, warga pun dapat ikut berpartisipasi dalam mengelola air limbah.

  • Mengendalikan pengambilan air tanah. Pengelolaan air di Ibukota juga mencakup pengelolaan air yang terkandung di dalam tanah. Penggunaan air tanah yang berlebihan dapat menurunkan muka tanah dan menyebabkan terjadinya banjir. Ahok-Djarot akan mendorong masyarakat untuk tidak mengandalkan air tanah untuk keperluan kehidupan sehari-hari dan beralih ke PAM Jaya sebagai alternatif sumber air.

Leave a Reply