by

Atasi Problem STIK Rajawali Pemkab Akan Panggil BEM

MELONGUANE (BintangPlus.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Talaud akan mengundang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai langkah serius terkait persoalan yang terjadi di STIK Rajawali.

“Nanti kita akan menjadwalkan mengundang BEM kemudian memberikan ruang kepada mereka untuk banyak bertanya. Kita akan memberikan pemahaman tentang STIK yang lebih baik lagi,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Talaud Dr. Yohanis Kamagi, AP, MSi.

Kamagi mengibaratkan STIK seperti kapal. Yaitu penumpang itu mahasiswa, juru mudi dan ABK itu adalah dosen. Sementara pemiliknya adalah yayasan. “Jadi kapal ini membawa para mahasiswa untuk ke tujuan dan harapan yang dicapai yaitu membangun sumber daya manusia di Talaud yang kapabel, memiliki kapasitas yang luar biasa,” katanya.

Yang terjadi polemik sekarang ini lanjut Kamagi, para ABK didalamnya yaitu mulai dari ketua, senat. “Sekarang ini pemerintah daerah ingin membenahi ini. Artinya pemilik kapal ingin membenahi. Tapi persoalan sekarang para dosen sudah menyatakan bahwa mereka ada pemilik lain ada yayasan lain. Jadi mau tidak mau mereka harus turun dari kapal. Logikanya kan sederhana kalau anda mengaku ada pemilik lain jangan mengemudi kapal di STIK ini. Tapi anda harus turun dari kapal itu,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa STIK Rajawali adalah milik Yayasan Internasional Herna yang dibangun pemerintah daerah. “Kalau ada yayasan lain yang menaungi ini berarti harus keluar dari STIK . Jadi persoalan ini yang perlu dipahami oleh adik-adik mahasiswa,” tandasnya. 

Comment

Leave a Reply

News Feed