by

Alannys Weber “Dokter Salah Diagnosis, Arogan & Kami Kehilangan Orang Yang Kami Sayangi!”

Oknum dokter spesialis saraf di salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan diduga melakukan malapraktik terhadap seorang pasien yang bernama ibu Weber Lola Siscillia.

Keluarga menduga ibunya menjadi korban malapraktik dari seorang dokter spesialis saraf yakni dokter PG yang melakukan kesalahan diagnosis. dokter PG menyatakan almarhum ibu Weber Lola Siscillia mengalami sakit stroke, tetapi setelah dirawat di Rumah Sakit Polri ternyata sakit ginjal. Menurut keluarga atas pengakuan dari pasien obat yang diberikan oleh dokter PG justru membuat sakitnya lebih parah.

Kasus salah diagnosis bisa diduga malpraktek. Sebab, dari salah diagnosis bisa berakibat salah obat dan terapi. Salah terapi dan obat bisa berakibat fatal. Banyak pasien yang meninggal karena kasus salah diagnosis dan ironisnya sudah dua kali pertemuan antara keluarga korban, dokter dan rumah sakit di daerah Jakarta Selatan, tapi belum ada permintaan maaf dari pihak dokter dan rumah sakit.

Coba di bayangkan kalau kasus seperti ini terus di biarkan oleh pemerintah dan pihak rumah sakit, ada berapa banyak pasien yang nanti meninggal dan tidak pernah mendapatkan keadilan, awalnya keluarga korban hanya ingin ada permintaan maaf dan respon yang baik dari dokter PG, tetapi setiap kali keluarga korban melakukan komunikasi dan pertemuan langsung, keluarga korban tidak pernah mendapatkan solusi atau apa yang di harapkan keluarga korban dari dokter PG.

“Tanggung jawab seorang dokter bagaimana, ini soal nyawa dari seorang ibu, dokter salah diagnosis!, intinya pertemuan kemarin dengan pihak silxxm, semua kita hargai karena ada tata krama mengucapkan belasungkawa, kecuali dokter Pexxr Gunaxxxn, arogan sekali dan ada beberapa kebohongan ,” Alannys Weber.

Pihak rumah sakit telah di hubungi tapi belum memberikan respon soal kasus ini.

Comment

Leave a Reply

News Feed