by

Mengenal Sosok Inspiratif “Benny Josua Mamoto”

Sulut, Bintangplus.com – Benny Josua Mamoto lahir di Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, pada 7 Juni 1955, adalah seorang jenderal Polri Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional. Dalam kariernya di Polri ia berhasil mencapai jenjang kepangkatan inspektur jenderal.

Selama kariernya banyak ditugaskan di bidang reserse, antara lain sebagai

  1. Ka Unit I/Keamanan negara-Separatis,
  2. Dit I Bareskrim Polri (2001),
  3. Wakil Direktur II/Ekonomi & Khusus Bareskrim Polri (2006),
  4. Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia (2007- 2009),
  5. Direktur Badan Narkotika Nasional – BNN (2009 – 2012) Brigadir Jenderal.
  6. Deputi Pemberantasan Narkotika BNN, Inspektur Jenderal (2012-2013)

Tanda Jasa

Tanda jasa yang pernah diraih oleh Benny Mamoto adalah:

  1. Satya Lencana Kestiaan 8 tahun,
  2. Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun,
  3. Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun,
  4. Bintang Bhayangkara Nararya,
  5. Bintang Bhayangkara Nararya (Prestasi).

Penugasan ke luar negeri

Dalam tugas-tugasnya, Benny Mamoto pernah mengikuti kegiatan-kegiatan berikut di luar negeri:

  • Seminar Counter Terrorism di ILEA Bangkok,
  • Kursus Counter Terrorism JICA Jepang.
  • Interpol General Assembly di Rio de Janeiro, Brasil
  • Interpol General Assembly di Marrakesh, Marroko;
  • Counter Terrorism Conference di Sydney, Australia;
  • Aseanapol Conference Singapore;
  • Aseanapol Database di Singapore.
  • Menjadi pembicara pada sidang umum Interpol di Roma, Italia 2012.
  • Melakukan penyelidikan dan penyidikan ke luar negeri, seperti pemeriksaan saksi kasus pembunuhan Beng Seng diHongkong dan Shenzhen, Tiongkok, penyelidikan kasus perbankan ke Hongkong, penyelidikan kasus BLBI ke Los Angeles, Amerika Serikat, penyelidikan kasus BLBI ke Singapura, penyelidikan kasus bom di KBRI Paris, Perancis, pemeriksaan tahanan kasus teror di Singapura, Malaysia, Filipina, Australia, Kabul, Afganistan, penyelidikan kasus teror di Pakistan;

Mengatur persidangan teleconference kasus teror Singapura-Jakarta; Mengatur persidangan teleconference kasus teror Malaysia-Jakarta; Mengatur persidangan teleconference kasus teror Malaysia-Bali; Penyelidikan kasus pencurian benda cagar budaya ke Jerman; Memimpin operasi pembebasan sandera di Philipina; Anggota Tim Pemburu Koruptor Kantor Menkopolhukam; Anggota Tim Pembebasan Sandera Departemen Luar Negeri; Penyerahan tahanan buronan tentara Timor Leste ke Dili. Menemukan dan mengamankan ladang ganja seluas 155 hektar di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD),

Kegiatan lain

Dosen PTIK, Dosen Program Pascasarjana Kajian Ilmu Kepolisian-Universitas Indonesia, Mengajar di Pendidikan Special Branch Polis Diraja Malaysia; Mengajar di JCLEC Semarang dengan materi tentang Al-JI dan Terorisme Penugasan luar negeri di bidang Olahraga Menembak : Memimpin kontingen Indonesia : sebagai Tim Manajer kontingen Indonesia di World Cup di Beijing; Tim Manajer kontingen Indonesia Asian Clay Shooting Championship di Chendu, China; Tim Manajer kontingen Indonesia di Wold Cup di Bruneidarusalam; Tim Manajer kontingen Indonesia di Sea Games Malaysia ; Tim Manajer kontingen Indonesia di Asian Games Thailand; Tim Manajer kontingen Indonesia di Asian Games Hiroshima; Tim Manajer kontingen Indonesia di Asian Shooting Championship di Singapura; Tim Manajer kontingen Indonesia di Sea Games Thailand; Tim Manajer kontingen Indonesia di Sea Games di Bruneidarusalam; Tim Manajer kontingen Indonesia di Singapore Shooting Festival; Tim Manajer kontingen Indonesia di Wold Cup Chiba, Jepang ; Sebagai Atlet menembak di South East Asia Shooting Assosiation (SEASA) di Malaysia.

Kegiatan Sosial Kemasyarakatan : Hobby-nya memang olahraga menembak. Pada saat menempuh pendidikan di AKABRI Kepolisian di Sukabumi, pernah menjuarai lomba menembak antar angkatan (Darat, Laut, Udara, dan Polisi) dengan merebut medali emas untuk kontingen AKABRI Kepolisian, melalui nomer senapan big bore (menembak senapan jarak 300m). Setelah lulus AKABRI, diarahkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Widodo Budidarmo, saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PB Perbakin, untuk bergabung sebagai atlet Perbakin. Disamping sebagai atlet menembak, ikut aktif melatih Tim menembak Bhayangkara Polda Metro Jaya dan Polri, serta sebagai Pelatih Nasional. Selanjutnya diminta menjadi Pengurus Cabang Olahraga Menembak (PERBAKIN) sebagai Kepala sekolah Menembak Perbakin; Pimpro Pelatnas Sea Games dan Asian Games; Pimpro Pelatnas World Cup; Technical Delegate PON Jakarta; Technical Delegate PON Jawa Timur; Ketua Komisi Pembinaan Prestasi PB Perbakin (2 periode); Wakil Ketua Bidang Target PB Perbakin (1 periode); Ketua Bidang Target PB Perbakin (2 periode); Pelatih Nasional Menembak; Jury Internasional Lisensi B.

Kegiatan Seni Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan : Beberapa kegiatan yang sudah dan sedang diikuti adalah sebagai : Pembina  Garda Manguni , Ketua Umum Panitia Festival Maengket tingkat Nasional 2005; Ketua Panitia Penataran Pelatih Maengket tingkat Nasional di Cibubur 2006; Ketua Umum Panitia Seminar Nasional Maengket di Jakarta 2006; Ketua Umum Panitia Simposium Nasional Kolintang di Manado 2007; Ketua Umum Panitia Festival Seni Budaya Sulawesi Utara 2007.2008.2009 Ketua Umum Fesitival Pinawetengan 2010 & 2011 Ketua Umum Festival Malesung 2012. Wakil Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) 2008-2010; Ketua Umum Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara Ketua Umun SULUT Green & Organik Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) periode 2012-2016;

Ketua umum Institut seni Budaya Sulawesi Utara; Menyelenggarakan lomba dan penataran pelatih 9 (sembilan) jenis seni asal Sulawesi Utara; Sampai saat ini telah menerima Penghargaan sebagai Pemrakarsa rekor MURI terbanyak se-Indonesia sejumlah 30 (tiga puluh) rekor MURI dan 7 (tujuh) Rekor Dunia (Guinness World Records) di bidang seni budaya, pendidikan, promosi produk andalan daerah dan kuliner Sulawesi Utara. Ketua Umum Sulut Green & Organik dengan program penghijauan telah mendirikan lab kultur jaringan dan pembibitan Jabon merah (karumama) . Sampai saat ini masih terus berkarir di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, di Badan Nasional Narkotika Indonesia, Densus 88 Anti Teror & Satgas Anti Teror. akhir 2010 mendapatkan gelar adat “Tonaas Wangko” dari Majelis Kebudayaan Minahasa, serta sampai saat ini masih terus aktif dalam kegiatan Seni dan Budaya di Sulawesi Utara.

Comment

Leave a Reply

News Feed